Sunday, March 08, 2009

bertanya tanya ' dan apakah saya berdosa?'

Perasaan itu kembali lagi, dan ini yang paling saya benci.
saya sudah berusaha untuk mengubur nya dalam2 sehingga saya sudah menjadi tidak peduli. tapi kenapa perasaan ini kembali lagi malam ini.

Tuhan, saya benci sekali.
Tuhan, saya harus bagaimana.
Tuhan, saya mau kembali mengubur nya
Tuhan, saya minta tolong

Dan saya pun melakukan kecurangan2 yang dulu pernah saya lakukan.

Tuhan, apakah saya berdosa
Tuhan, apakah memang saya harus melakukan nya
Tuhan, apakah Kau mau memaafkan ku


I Just want to back free.. as i used to be

* apakah kamu mendengar nya sayang?
* apakah ini belum cukup untuk mu sayang?
* apakah pengorbanan kita belum cukup sayang?
* apakah memori indah kita mudah sekali hilang di hati mu sayang?
* apakah memang mereka yang kamu inginkan sayang?

* dan apakah saya berdosa?

Tuesday, February 17, 2009

too close



Saya dulu punya temen smp. sebut aja namanya Titik. temen yang saya kenal (sebenernya) dari sd. tapi waktu sd saya tidak begitu memperhatikan nya. sampai saya bertemu lagi dengan nya waktu hari pertama masuk smp. dan violaa.. kita sekelas.


pertemanan saya lebih dekat dimulai dari sana. dari satu kelas, satu jurusan pulang, satu kelompok belajar dan kedekatan2 lain nya.


sampai begitu dekat nya, saya jadi nggak bisa mandiri. kemana mana berdua aja. sampai kelas 2 kita beda kelas. dan saya berteman dengan yang lain. tapi saya tetep aja maen bareng dia.


suatu hari dia crita sama saya.


'si, kata ibu ku. kalo berteman jangan terlalu dekat.

'maksud nya?

'nggak tau

mungkin waktu itu kita masih polos ya. jadi untuk mencerna sebuah kalimat dari seorang ibu. kita di wajibkan menelaah lebih jauh.
tapi lambat laun saya lama2 mengerti apa maksud dari ibu teman saya itu.

semakin bertambah tahun, semakin saya sadar. saya nggak bisa terus2an tidak mengembangkan sayap untuk teman2 saya yang lain. saya nggak bisa terus2an maen berdua dua-an mulu. dunia ini terasa sangat sempit. karena 4L , lu lagi lu lagi.
dan saya pun semakin lama semakin menjauh dari teman saya itu. bukan karena saya sombong. tapi memang saya merasa butuh suatu perubahan. pun nggak beda ama teman saya itu.

sampai sekarang, karena kita udah beda kota saya sudah sangat jarang berkomunkasi ama temen saya itu. dia juga sekarang sibuk dengan baby nya yang belum berusia 1 tahun.

dan sekarang, akhirnya saya mengerti arti sebuah kalimat sederhana dari ibu teman saya itu.

*good luck with our new life*

Thursday, February 12, 2009

old friend

eh, akhir2 ini saya menemukan temen2 lama saya lho.. ^^
waahh menyenangkan sekali bisa kumpul2 bareng mereka.
temen2 sma saya dulu ^^

dulu sekali, saya pikir .. saya sudah tidak bisa menemukan mereka (even udah nge add fs nya).
maksud nya kumpul2 gitu. tus beberapa bulan yang lalu temen saya kontak saya. katanya

'si, ikutan arisan yuk!' .
'yuuk mariii!'

dulu sekali, saya sebenernya udah pernah di tawarin untuk ikut arisan temen2 sma saya itu. tapi.. karena mereka selalu mengadakan acara nya tiap hari minggu pertama tiap bulan which is saya harus setor muka juga di arisan keluarga suami saya (kalo enggak, saya bisa di musuhi ama mertua saya '>_< ) jadi tawaran kumpul2 mereka selalu saya lewatkan.

tapi .. waktu puasa tahun kemaren, keluarga suami saya libur arisan, jadi saya bisa ikutan gabung arisan ama temen2. senang nyaaahh... (walopun cengok liat mereka makan).

dan yang paling seru, saya dapet arisan! hihihihihihi.. (lumayan buat tambah2 duit lebaran).
nah dari arisan pertama saya ini, mereka membuat keputusan untuk mengganti hari arisan kita jadi hari sabtu aja. senang nyaaahh... artinya, saya bisa menyempatkan diri kumpul tiap bulan tanpa harus di musuhi ama mertua saya. senang nyaaahhh...

naah. . kabar terbaru dari teman2 lama saya adalah..
saya berhasil menambah sedikit demi sedikit list temen2 sma saya di list group 'stero' ym saya. saya juga nge add ym guru2 saya juga ^^ (guru jaman sekarang canggih!)
senang nyaahhh....

kabar lebih baru lagi.. kita berencana membuat reuni 3 angkatan yang rencana nya di adain besok july. senang nyaahh...

kabar lebih anget lagi, setelah issue ttg reuni di lontarin ke milis alumni (eh saya juga ikutan milis sma saya. senang nyaahhh..) , ternyata banyak postingan2 miring dari angkatan2 yang nggak di ajak reuni. sedih nyaahh...

but overall, saya senang sekali bisa menyambung tali2 pertemanan saya..

*hobby saya : ngumpul2 ama temen. senang nyaahhh*

Wednesday, February 11, 2009

song of this month

beberapa minggu belakangan ini, saya suka sekali mendengarkan lagu

AND WHEN SHE DANCE DAVID FOSTER & MARILYN MARTINM:

Can you go back in time to a place in your mind
To the one who know a part of you That you just couldn't find
If you ask me to choose between a memory or two
When it's said and done I'll take the one who's love I had to lose

Cause when she danced I lost my inner sense
I loved her danced I always will
She left with me But still with me A burnin' memory
She took with her a part of me

If I could get back where I've been
Feel the passion I left then
I'd be there right now and get somehow It never comes again
She had nothin' to gain
No where to go
To the way out of pain
The time with
With a song and dance she lost romance
The world had gone insane
Caused when she danced Caused when we danced I lost my inner sense
I loved her danceI love I always willI always will
She left with me He left with me A burnin' memory
Remember somehow
She took with her a part of me

Can you go back in time to a place in your mind To the one who knew a part of you
That you just couldn't find
Lookin' back I'm not sure
If I couldn't heard someone
When she danced with me Our hearts were free as far as I could see
I'd be there right now and yet somehow It never comes again
When she danced with me Our hearts were free Were free As far as I could see


*thanks to willy's friend for cd souvenir, i just love it!
boleh kan?

untuk sekedar kamu ketahui, saya sering kali melakukan semua ini berdasar kan mood saya. moody kata orang2 disana.

untuk sekedar kamu ketahui, gara2 mood saya yang kadang nggak jelas. saya jadi malas sekali peduli dengan hal2 disekitar saya.

boleh kan, kalo saya hari ini tidak bertanya bagaimana kabar mu?
bolehkan, kalo saya hari ini tidak bertanya apa kabar istri mu?
boleh kan, kalo saya hari ini hanya menjawab sepatah dua patah kata dari pertanyaan seribu kata2 mu?

bukan setelah nya saya tidak lagi peduli dengan kamu, tapi memang ini saya. ini ego saya.
terkadang saya tidak mau peduli dengan basa basi, terkadang saya tidak mau peduli dengan kabar kamu, terkadang saya emang nggak mau tau.

jadi tolong, jangan paksa saya untuk berpura2 ingin tahu dan berpura2 peduli dengan mu.

saya cuma tidak mood untuk bertanya semua itu untuk mu.

*i dont care wat you do i dont care wat you need , i dont know why this shit should happen to us*

Thursday, January 15, 2009

hujan di Jakarta



Beberapa hari ini hujan rajin sekali menghampiri jakarta. terhitung hampir satu minggu hujan nggak mau pergi dari sini. emang sih, sejauh ini saya tidak ada rencana jalan2 keliling2 jakarta untuk mencari sesuatu, sehingga mau hujan atau enggak nggak ada masalah, Tapi rasa nya jakarta jadi bukan jakarta. jakarta jadi dingin, jakarta jadi super macet di kala jam pulang kantor, dan kantor saya pun selalu sepi pagi2. padahal sebelum hujan rajin mengabsen jakarta , setiap jam 7 temen2 udah ngajakin gosip e-morning. dan gara2 hujan juga, saya kedinginan sendirian di kantor pagi ini dan beberapa pagi sebelum nya.


hujan sebenar nya menyenangkan buat saya . kopi dan teh lebih nikmat rasa nya jika saya sruput di saat hujan. pisang goreng om entong lumayan membantu. saat sore sepulang kantor, wangi2 tanah juga membuat saya lebih senang berjalan di trotoar di kala gerimis sedikit2 membasahi kepala dan baju kerja saya.

kalo memang hujan bisa jadi menyenangkan disini, bagaimana ya nasib saudara2 kita di palestina yang juga sedang di hujani peluru dan roket2 bom2 dari udara? Apakah terasa seperti gerimis ku di sore hari?

kalo memang hujan bisa jadi tidak menyenangkan disini, bagaimana ya nasib meraka di israel yang sedang hobi menghujani sodara2 kita di palestina? apakah terasa seperti pagi ku yang sepi akhir2 ini?

Saturday, May 31, 2008

Termehek-mehek

sebuah reality show yang bisa menggugah sisi kewanitaan saya

Apa yang pertama kali tersirat di pikiran, kalo kita liat iklan acara dengan judul termehek-mehek? di embel2i dengan konsep sebuah reliti sow *agaaiin??*. . ??

awal nya saya meng under estimate acara reality show yang satu ini, mungkin kalo enggak sekitar2 abg, percintaan yang di script, dramatisasi abis abisan, apa lagi yang bisa di jual reality show pertelevisian indonesia?

tapi reality show yg ini berbeda dengan reality show yang ada di chanel2 tivi yg laen. konsep nya adalah mempertemukan seseorang dengan teman/sahabat/pujaan hati dll. yang terpisahkan waktu, tempat, ato malah nggak saling kenal sama sekali.

begini cerita nya, kenapa akhirnya saya jadi bisa nonton drama reality show.

setelah sore itu, saya bangun dari tidur siang-sore saya. saya sedikit bermalas malasan melihat acara ini. karena tidak ada pilihan lain. *acara film sudah lewat 1 jam*.
Dengan host mbak panda yang chubby *icon katakan cinta*dan mas manggala *?? lupa nama nya*, mereka berangkat membantu mas mas kuliahan *cuttee!* yang lagi penasaran ama perempuan yang dia liat di ice sketing, bahkan mas kuliahan ini, tau dan hafal jadwal perempuan ini maen ice sketing *betapa saiko mas2 ini*.

team termehek2 membantu mas cute yang kaya' orang kuliahan, mencari tau alamat sang perempuan yg jago ice sketing. dengan bumbu2 script dan dramatisasi akhirnya ketemu juga alamat nya. tapi ada sesuatu diluar script yang nggak bisa mereka hindari. ternyata perempuan manis yg jago ice sketing, punya sebuah kelebihan. Tuhan menganugerahi dia sebagai perempuan yang tuna rungu. *dih, kok saya jadi sok dramatis begini??*. petualangan mas kuliahan, *ceritanya* mentok disini. dia ragu, apakah dia bisa dan mau meneruskan hingga tahap pertemuan dia dengan mbak yang jago ice sketing, ato dia mundur teratur, tanpa harus bertemu mbak manis ini?? disini lah dramatisasi acara ini memuncak.
setelah 'script2 drama2' mereka berakhir, mas cakep ini mau menemui mbak manis yang tuna rungu untuk akhirnya bertemu muka, untuk saling mengenal. dan surprise nya, mas kuliahan yang cakep ini, mau belajar bahasa isyarat untuk memudahkan komunikasi mereka. ssooo sweeett...
dengan gaya2 slow motion dan backsound lagu romantis, saya menangis di buat nya... sedih .. terharus, senang, dan salut. akhirnya mas2 itu bisa menerima dia apa adanya. entah hubungan seperti apa yang akan mendasari hubungan mereka kelak, tapi saya bener2 jatuh cinta dengan acara ini!


*sisi kewanitan saya mulai bangkit.. uh so sweett...soo romaantiicc..*

Friday, May 30, 2008

no entertainment

hari ini, di nobatkan sebagai hari tanpa hiburan.
ternyata, nggak bawa hp , membuat ku sedikit kering dalam hiburan.
biasanya, setelah duduk manis di angkot KC A, 101.00 Jakfm, udah pasti absen no. 1 di telinga.
tapi hari ini, karena nggak bawa hp tercinta, aku baru ngerasa ada yang kurang, nggak denger siaran nya rowan bakwan, (bukan rawon) rasa nya kaya nggak ada embun dipagi hari. *lebaaaayyy*

eniwe, sepertinya hari ini aku butuh sebuah hiburan.. hmm pengen nonton.
ada yang mau nemenin?


*hiburan menyenangkan*

Wednesday, May 28, 2008


Artikel yang cukup bagus..buat introspeksi kita semua...


WHY TO MOVE


Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)?


Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007).

Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India .

Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.

Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.


Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?

Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.


Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.


Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.


Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi.

Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.


Penemuannya adalah sebagai berikut:

Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing.


Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.


Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi?

Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.


Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus.

Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.


Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan.


Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.


Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas.

Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.


Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan. Demikian pesan Azim Premji.


Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?



*source : sebuah email dari atasan saya*

Tuesday, May 27, 2008


ALICIA KEYS LYRICS"Like You'll Never See Me Again"If I had no more timeNo more time left to be hereWould you cherish what we had?Was it everything that you were looking for?If I couldn't feel your touchAnd no longer were you with meI'd be wishing you were hereTo be everything that I'd be looking forI don't wanna forget the present is a giftAnd I don't wanna take for granted the time you may have here with me'Cause Lord only knows another day is not really guaranteedSo every time you hold meHold me like this is the last timeEvery time you kiss meKiss me like you'll never see me againEvery time you touch meTouch me like this is the last timePromise that you'll love meLove me like you'll never see me againOh Oh OhHow many really know what love is?Millions never willDo you know until you lose itThat it's everything that we are looking forWhen I wake up in the morningYou're beside meI'm so thankful that I foundEverything that I been looking forI don't wanna forget the present is a giftAnd I don't wanna take for granted the time you may have here with me'Cause Lord only knows another day is not really guaranteedSo everytime you hold meHold me like this is the last timeEvery time you kiss meKiss me like you'll never see me again(can you do that for me baby)Every time you touch me(see we don't really know)Touch me like this is the last time(see everyday we never know)Promise that you'll love me(I want you to promise me)Love me like you'll never see me again(like you'll never see me again)

Wednesday, November 07, 2007


Soulmate - Kahitna

Ketika engkau datang
Mengapa di saat ku
Tak mungkin menggapaimu

Meskipun tlah kau semaikan cinta
Dibalik senyuman indah
Kau jadikan seakan nyata
Seolah kau belahan jiwa

Meskipun tak mungkin lagi
Tuk menjadi pasanganku
Namun ku yakini cinta
Kau kekasih hati

Terkadang pintu surga
Sukar dimengerti
Semua ini kita terlambat

Saturday, October 20, 2007


Sleep Tight???

Semalem, untuk yang kesekian kali nya, aku ga bisa tidur gara-gara kamu.

Tapi kisah nya sudah berbeda. Kali ini aku gak bisa dengan bebas mengutarakan

semua nya padamu. Senang Juga sedih.

yang pasti, aku mau semua berjalan seperti ini selalu, tanpa menggangu tatanan kita.

Diam, masih menjadi senjata utama ku.


Obrolan kita semalem.. yang entah kenapa membuatku gundah..

namun aku bisa melihatmu bahagia sekarang..


bukankah melihat orang yang kamu cintai bahagia.., itu priceless??

masih setuju kan sayang??


Akankah aku masih bisa tidur nyenyak dalam hitunganmu 218 hari ini..?

Bantu aku...
*disaat semua selalu diakhiri bias*

Saturday, March 10, 2007


100 % - 90% - 80% ...~


Beberapa hari yang lalu, entah hari apa tepatnya.
setelah melalui chit chat yang sedikit panjang dengan seorang teman.
dengan sedikit kaget aku menyimpulkan sesuatu,
Pernikahan adalah bukan alat yang tepat untuk memiliki pasangan mu. UTUH..

mungkinkah ini adalah sebuah jawaban akan pertanyaan, kecemburuan, kecurigaan, yang hampir selalu aku alami?

lalu buat apa ada pernikahan, kalau ternyata ada banyak sekali peluang dan kemungkinan bahwa suatu saat dan suatu hari pasangan kita dengan sengaja atau tidak sengaja mengurangi hak kepemilikan kita atas nya?

Memang tersadar, bahwa aku sebagai manusia hanyalah 'boneka' canggih milik Allah untuk aku perankan dalam hidup ini. Tak boleh aku meminta HakNya atas dia untuk ku sepenuhnya.

tapi apa yang harus aku lakukan, kalau ternyata ada boneka lain merebutnya dariku?

apakah aku masih berhak untuk marah ?


*laki-laki bodoh, perempuan licik, dan istri yang bingung*

...............


Kubuka mata hati untuk merenungkannya
apa yang tlah kulakukan padamu
dalam lubuk hatiku tersimpan penyesalan yang menuntunku akan cinta

dengarlah kasih, kita berdua tlah digariskan dan tlah di satukan untuk bersama
mengapa kah kita harus menyakiti bukankah cinta ada untuk menyatukan perbedaan...

Ruth Sahaya Lyrics . . just love every single word of this lyric.



Thursday, February 08, 2007

jangan

tolong jangan berkomentar, aku hanya ingin menulis, dan menangis.

tolong jangan bercinta di depan ku.
tolong jangan keluarkan kata mesra didepan ku
tolong jangan mendesah didepan ku.
tolong jangan kau paksa aku menutup telingaku.
Tolong jangan paksa aku untuk menutup mataku.

TOLONG TOLONG TOLONG

SIAPAPUN KAMU. TOLONG AKU.

JANGAN DIA DAN DIA.
TAPI KAMU.

biarlah mata dan telinga ku memilih tempat nya sendiri. dengan dipandu hati.

tolong aku.. kemana hati ku?
tolong aku.. sepertinya hatiku bersedih.
tolong aku.. apa ini karena dia dan dia?
tolong aku.. apa yang bisa aku perbuat?

Tuhan kuatkan aku.
bantu aku.
nafasi aku.
bangkitkan aku.
detak kan aku.
alirkan aku.

dalam sedih tak bersudah ini.

*aku harus bangkit, bangkit bangkit bangkit.
aku hanya wanita, perempuan, hawa, bunga, tapi bukan tawa.*
*bantu aku mencari tawa*

Wednesday, February 07, 2007

Kualat..

Pernah tau kualat?
ya itu... kamu kualat ama aku..
kalo kamu janji ama perempuan-perempuan kamu di luar sana,
boleh lah kamu ingkari sekali-kali.
tapi jangan coba-coba ingkar janji dengan istri mu sendiri.

percaya deh..
gak akan ada yang bener, dan lurus kalo kamu 'ingkar' ama istri kamu.

Apa sajalah, kebohongan, pengkhinatan, pengingkaran..

ya.. seperti macam-macam itulah...

Pokoknya inget aja, gak bakalan bisa lurus, berhasil, dan sukses, kalo kamu masih bermain dibelakang istri kamu sendiri...

hahaha....

*maaf ya..kalau kamu baru bisa sadar, bahwa istri kamu pun bisa jahat.. hahaha*

Friday, January 26, 2007


Jakarta

Aku lahir di sini, tapi mungkin Kira-kira baru 7 tahun belakangan ini, aku efektif tinggal dikota yang "SUPER" ini. Jakarta. Super Macet, Super Stress,Super Rame, Super Seru. Super Jorok.. iuuhh...

Jorok Jorok Jorok.

Sebelum aku menemukan kegiatan yang tetap di Jakarta. Iseng aku puter2in kota yang katanya cukup seru ini.
Dari terminal ke terminal, aku coba menghafal, jalur-jalur bis jakarta. sambil mengukur, besarnya jakarta.
aku akui, jakarta memang kota besaaarr.. jarak tempuh dan jaarak waktu yang kita hadapi setiap hari sangatlah panjang. bener kata orang, tinggal dijakarta selain stress, kita bisa tua dijalan.

dengan waktu tempuh normal 30 menit, bisa ditempuh lebih lama dihari2 kerja : 2-2 1/2 jam. bisa dibayangkan, pagi dan sore, kita berkutat dengan macet, belum lagi kalo ada yang kecelakaan, mogok, kebakaran, demo, dan banyak lagi penyebab kemacetan dijakarta.

Kembali lagi pada cerita awal. diawal2 hari, bulan juga tahun, aku terus menerus hinggap dari satu terminal ke terminal lain untuk mengubek ubek kota Jakarta ini.karena memang bis dan angkutan kota saja alat transportasiku. ada 1 terminal yang sampai detik ini, belum pernah kujejakkan kakiku disana. Gak lain gak bukan, Terminal Pulo gadung, dari cerita di sana sini, pulo gadung terkenal 'kejam' untuk ukuran terminal di jakarta. Karena udah denger hal hal yg gak enak di denger, aku memilih untuk tidak mengambil jalur bis yang 'singgah' disana.

jakarta mempunyai berbagai bentuk gedung bertingkat dengan model2 yang lucu, aneh, juga menarik. Seperti layak nya orang desa yang baru pertama kali ke kota besar, aku sangat mengagumi bentuk Jakarta dengan hiasan gedung2 nya.

hal yang menarik dari gedung2 bertingkat pada waktu itu adalah pusat perkantoran. Segitiga Emas, kata mereka. Awal nya aku gak tau , apa itu segitiga emas. yang aku tau, setiap orang yang aku lihat keluar masuk gedung perkantoran bertingkat, terlihat keren dan gaya.

terutama perempuan2 pekerja karier. setiap sore pulang kerja terlihat keren.. ugh.. ingin benar aku bekerja dengan pakaian necis seperti mereka.

Sampailah pada angan2 dan mimpi juga tujuan ku kelak.. Aku pengen kerja keren di gedung2 bertingkat, Gaji gede, pergaulan luas, and Fun with myself... huh.. What a dream... :)

setelah beberapa tahun mengalami pasang surut seiring dengan pasang surut nya kehidupan Jakarta (halahh..), gak tau kenapa, angan2 itu gak juga mau beranjak dari pikiran ku. walaupun gak sampe terobsesi ..

setelah lulus, aku bekerja disebuah perusahaan yang gak begitu besar, pupus sudah rasanya menggapai impian bekerja di gedung2 bertingkat. Lambat laun aku bahkan ga peduli lagi dengan angan2 itu, yang penting konsentrasi kerja.

Entah apa memang ini jalan Tuhan, begitu aku melihat kondisi perusahaan itu sedikit goyang, aku iseng melamar pekerjaan di berbagai tempat. Atau mungkin ini jalan Tuhan, aku dipanggil untuk test dan interview langsung dengan seorang manager di perusahaan lumayan besar dan yang pasti lokasi nya persis seperti angan2 ku dulu. Setelah nego gaji, rupanya gaji nya gak begitu jauh berbeda dengan sebelumnya, miris rasanya saat mengiyakan gaji pertama ku.

Tapi rasanya bukan gaji yang aku cari, akhirnya aku teringat angan2 ku dulu, beberapa tahun yang lalu. Pengen kerja di gedung bertingkat. kucari dan terus kucari, alasan2 yang bisa membuatku merasa semangat dan tak memikirkan gaji yang belum berkembang dari sebelumnya. Teman, pergaulan, pengalaman, suasana, dan masih banyak lagi.

Banyak juga sih yang bilang, buat apa pindah kalau gaji nya gak jauh beda, tapi kerja kan gak melulu gaji?
aku masih fresh graduate waktu itu,apa sih yang bisa aku 'jual' selain pengalaman yang minim?

Aku melangkah mantap dengan pilihanku.
Aku tersenyum mantap mengingat impian ku.

Akhirnya, kuterima pekerjaan itu.

Tuhan terima kasih, Engkau memang Maha Super Pengabul Impian.

Kutemukan satu tambahan SUPER untuk JAKARTA..

KOTA SUPER IMPIAN..


- Taruh Impian mu 5 cm di depan keningmu, supaya kamu bisa melihat terus impianmu. Jangan kau tempelkan Impianmu dikening juga pikiranmu, karena kamu tidak bisa melihatnya selalu. -
(diambil dari buku 5 cm , karya Dhonny Dhirgantoro. bukan kalimat yang tepat, tapi hanya aku ambil isinya. begitulah kira-kira)


Friday, December 22, 2006


Being Happy

Jakarta, July 15, 2006


Kenapa kamu ingin menikah?

Pertanyaan ini timbul sesaat sebelum aku memutuskan menikah dengannya, ya dengan suami ku sekarang.

Tapi tidak hanya pada waktu sesaat sebelum aku memutuskan menikah. Setelah memutuskannya, saat menikah, setelah menikah, dan hingga kini aku hidup bersamanya, pertanyaan itu selalu ada dibenakku. Seakan tidak pernah habis pertanyaan itu timbul terus.

Lalu apa jawabannya? Aku ingin bahagia.

Simpel kan? Aku memang dari awal tidak ingin muluk2 ‘membuat’ alasan supaya aku bisa menikah.

Ingin punya anak bersama nya, ingin membina keluarga yang sakinah mawadah warohmah, bukan, bukan itu. Maap bukan berarti aku tidak menginginkan itu semua, tapi aku ingin menjadikannya sesuatu yg simple aja kok.

BAHAGIA.

Bahagia yang seperti apa ya? Aku gak tau.. yang aku tau.. BAHAGIA. Aku bahagia apabila bersama nya, aku bahagia saat tidak bersamanya. Bahagia itu ada saat aku dengannya. Indescribable deh pokoknya.

Ternyata. Setelah aku menikah, bahagia itu tidak simple seperti yang aku bayangkan. Mendadak, definisi bahagia berubah bentuk menjadi 1001 bentuk, dan selalu berubah sewaktu waktu. Aneh.

Kenapa? Aku gak tau. sepertinya emosi dan keegoisan ku sudah menguasai kebahagiaan impian, perlakuan yang terlalu over protektif, curiga yg berlebihan, melanggar privacy, dan banyak lagi, aku lakuakan semuanya atas nama kebahagiaan.

Parah sekali, impianku di rusak, dikoyak dengan sendirinya oleh ‘bahagia’ ku.

Dan apakah aku bahagia setelahnya?
No I don’t.

Sepertinya, aku sedikit tidak bahagia,

Ok ini untuk pembelaan diri,

Kalau di runut, semuanya bukan sepenuhnya yang aku inginkan, Saya perempuan, saya (katanya) mahluk lemah, ‘berjalan’ diatas emosi, wajar dong…

Apa iya, suami saya tidak ‘bersalah ‘sama sekali? Apa iya tiba2 saya ‘ngamuk2’ ‘marah’ . kalau kelakuan suami saya memang saya rasa, wajar untuk diberi perlakuan seperti itu..

I feel we are not a team anymore, see.. he has ‘big’ secret, how do I know that it’s so big??

Kebohongan, rahasia, apapun, kecil atau besar yang disembunyikan suami kepada istri, apa itu tidak besar?? Disembuyikan digaris bawahi ya, pake bold, ama italic.

Wajar gak pembelaanku ini?

“ ya… tergantung..” ß ini biasanya jawaban2 suami aku, ga pasti2 aja mas? Hehehe..

Ya tergantung, apakah kamu wanita
Ya tergantung, apakah kamu laki2
Ya tergantung, apakah kamu seseorang yang tau rahasia suami ku
Ya tergantung, apakah kamu SUAMI ku.. ahhahahhahaha

Sampai sekarang terhitung, sekitar 7 bulan ya aku menikah, kok susah sekali mencari solusi nya.

My husband has a lot of BIG BIG BIG Secret….
Kalau kata temen ku, “ Kamu tu, emang dari pacaran, gak pernah ya ngomong dari hati ke hati?? “
“ Ntar kalo udah ada masalah, nangis nya ke aku, begitu terus, mbok ya diomongin!”

Sometimes, aku males banget membicarakan ini semua, padahal aku tau, ini adalah bom waktu. Aneh ya, kok bisa males lho,
Kayanya sih aku istrinya, tapi kadang, kalau aku ingin memulai suatu pembicaran serius, tanggapan suami selalu dengan emosi, selalu dengan darah yang naik, selalu memojokkan aku. Ya dasar nya, aku tu emang udah males ama orang2 macem gitu, mendingan ngalah, gak ribut, damai. Males ah denger suamiku bicara dengan nada tinggi (sekali) padahal, aku sudah mencoba dengan intonasi yang tidak “ curiga, pengen tau, memojokkan” lah kurang apa ya aku ini, kok suami ku begitu sifatnya?

PEACE MAN.. !!

Emosinya memang sedikit tidak bisa di control, padahal udah lumayan lho umurnya, kok ya darah tinggian ya??

Bikin malu, kalo liat dia marah2, malu ama orang lain, kalo pas di tempat umum ya,, kok kaya’e aku sebagai istri tidak diberi kesempatan berbicara, bisa nya Cuma bisa nrimo.

Aku memang berdarah Jawa dan di besarkan di Jokja, Nrimo, berbicara tanpa mau menyakiti lawan bicaranya, menggunakan intonasi yang rendah. Pokoknya tipikal orang jawa banget.

Beda dengan suami ku yang katanya orang jawa, tapi gak ada sedikit2 nya keliatan sifat dan sikap orang jawa. Aneh, malah terkesan Betawi, yang suka njeplak seenaknya, ngomong dengan suara keras. Dan cenderung SANGAT CUEK.

Seharusnya aku bisa mengendalikan ini semua buat suami ku, tapi entah , kurang apa aku? Sepertinya kok tidak dihargai.

-end-

Sedih hari ini,suami ku tidak mau berbagi cerita, hiding something, aku merasa bukan istrinya.
Aku cemburu Tuhan, Apa aku sudah bahagia??
Pertanyaan ku

Kapan ya terakhir aku bercinta dengan suami ku?
Kapan ya terakhir aku bisa bermesraan dengan suami ku?
Kapan ya terakhir aku melepas cincin kawin ku?

Lah, aku lupa. Mungkin sebulan yang lalu?
Atau mungkin sebelum aku duduk di pelaminan?

Ah segalanya berlalu begitu cepat, hingga aku sudah cepat bisa melupakan semua ini, ataukah sebenarnya aku tidak boleh melupakan semua ini?

Yang bisa aku ingat adalah beberapa pertanyaan dan jawaban nya.

Ketika aku bertanya,
Mengapa sudah lama sekali kamu tidak menyentuhku?
Seketika itu kamu menjawab,
Belum saat nya.

Setelah beberapa lama kemudian.

Ketika aku bertanya,
Mengapa sudah lama sekali kamu tidak menyentuhku?
Seketika itu kamu menjawab,
Nanti setelah semuanya sudah berakhir.

Apa? Apa?

Seketika itu pun aku Cuma bisa terdiam. Diam, membisu, seperti debu yang beterbangan ditelan bisu nya angin malam.

Ketika aku bertanya,
Mengapa kamu lupa dengan cincinmu?
Seketika itu kamu menjawab,
Entah kemana

Ketika aku bertanya,
Mengapa kamu lupa dengan cincinmu?
Seketika itu kamu menjawab,
Entah tertinggal

Seketika itu pula, aku melepas cincinku, dan berkata.
Sudah, lupakan semua ini. Dan tinggalkan semua ini.

Tapi nampaknya, kamu tidak mengerti.
Di suatu hari yang lalu. Kamu malah bertanya dimana cincinku dan cincinmu.
Seketika itu aku menjawab,
Buat apa kamu cari cincin yang menurut mu sudah hilang dan tertinggal itu?
Tampaknya kamu bingung.

Dengan kebingungan mu, aku akhirnya mengais-ngais sisa-sisa perjuangan cincin kami. Dan aku menyerah memberikan nya padamu.
Tentu, untuk kami pakai.

Tampak nya cincin mu tak begitu betah bertengger di jari manis tangan kanan mu. Hanya dalam hitungan hari, cincinmu sudah istirahat kembali di dalam peraduannya. Tenang sepertinya. Ku simpan cincinmu, kembali bersama cincinku.

Ketika aku gundah dengan semua ini, aku coba untuk kembali pada mu.
Tapi kembali kutemukan berjuta juta pertanyaan dalam kehidupan kami.

Memang tak seperti saat mengucap janji, ternyata hampa.
Hampa sangat terasa setelah aku sadar, bahwa aku hanya seorang Istri Pajangan.

Apa yang bisa aku harapkan, setelah aku sadar bahwa aku hanya istri pajangan?

-Ungkapan seorang istri, yang menjadi vas pajangan -
Pada Suatu Malam II

“Lho??” ( Kata suami)

Istri : begitu tenang, dan lega terlihat dari pancaran wajahnya.

Seorang istri, harus bisa hidup mandiri dan sendiri.
Bukan, bukan karena alasan mandiri, istri minta cerai. tapi ini adalah dasar utama seorang wanita menikah.

Dulu Waktu aku mau menikah, ada beberapa hal yang harus, kudu, wajib ada.

Rumah :
Lha mau tinggal dimana??? Kalo gak ada rumah?? Dulu , waktu suami saya mengajak menikah, permintaan pertama saya adalah rumah. Rumah yang ‘permanent’ dalam arti gak ngontrak. Banyak yang bilang,
- ngontrak aja : lha mendingan uang kontrakan nya buat nyicil BTN (untungnya suami saya juga punya prinsip yang sama. Gak begitu suka ngontrak)
- Tinggal di rumah mertua aja. : aduh… untuk yang satu ini saya no comment
- Tinggal ama orang tua aja dulu : Waduh… malu kaleee…

Pekerjaan :
Perlu banget banget banget. .. yang udah pasti ya seorang suami harus bisa menghidupi Rumah Tangga nya.

ini kata suami saya pada saat saya meminta komentarnya tentang suami yang tidak punya pegangan buat menghidupi rumah tangga nya

Selain suami, Saya juga merasa “Wajib” mencari nafkah.
Kenapa?? Saya belajar dari kehidupan orang tua saya. Dimana Papa saya wafat, dan mama saya tidak punya keahlian apa2 saat itu, selain menjadi ibu rumah tangga. Padahal waktu itu kami masih sangat kecil.

Bukan untuk ‘menyaingi’ suami ya, tapikerja menurut saya adalah, harus!

Waktu itu, sebelum dilamar, saya meminta waktu pada suami saya, untuk mencari pekerjaan yang ‘layak’ dan ‘aman’. Alhamdulillah, setelah saya diangkat menjadi tetap, saat itu juga saya bersedia dilamar.

Nah , menurut saya, dasar nya itu dulu lah. Masalah saling mencintai,? Lha of course to. Agama sama ya kudu.

Sebenarnya yang ingin saya tekanin adalah bagaimana seorang istri harus menghadapi kemungkinan2 yang terburuk sekalipun. Jangan terlalu bergantung pada suami.

Pernah ada orang yang bilang ke saya, “ seorang istri harus tergantung pada suami… blab la bla… “ kesan yang saya tangkap waktu itu adalah seorang istri harus lemah, hidup dirumah, hanya bisa mendesah, dan tidak bisa marah.

Sedikit tidak setuju. Sebuah ketergantungan pada suami, ya memang tidak boleh dihilangkan. Bisa2 seorang suami tidak ada harganya dimata istri. Tapi. Istri Tidak boleh ‘terikat’dan tersekat. Kehidupan wanita sebagai istri harus terangkat.


“Sebelum menikah, kamu harus bisa menghidupi bisa diri sendiri”